Metode tumpang tindih

Jika kamu mempelajari satu teknik nonogram saja, jadikan yang ini. Metode tumpang tindih adalah cara kamu menarik sel terisi yang pasti dari sebuah petunjuk sebelum tahu persis di mana deretnya duduk — dan itu mesin di balik sebagian besar langkah pembuka. Panduan ini mencakup penalarannya, rumus satu baris, dan cara kerjanya ketika sebuah petunjuk punya beberapa angka. Ia dibangun di atas panduan langkah pertama; jika deret dan petunjuk belum jadi istilah yang akrab, mulailah dari aturan.

Idenya: geser ke dua arah

Ambil sebuah deret tunggal mana pun dan bayangkan mendorongnya sejauh mungkin ke satu ujung barisnya, lalu sejauh mungkin ke ujung yang lain. Itulah dua posisi ekstrem yang bisa ditempati deret tersebut. Sel mana pun yang tertutup di kedua posisi harus terisi — tidak ada penataan deret itu yang membiarkannya kosong. Sel yang tertutup hanya di salah satu dari dua ekstrem tetap tak diketahui untuk sekarang.

Itulah seluruh metodenya. Kamu tidak perlu tahu ke mana deret sebenarnya pergi; kamu hanya perlu sel yang tak bisa dihindarinya.

Rumus satu baris

Untuk sebuah deret tunggal berpanjang k pada baris dengan n sel, jumlah sel yang terjamin adalah 2k − n, terletak di tengah baris — setiap kali angka itu positif. Deret 4 pada baris selebar 5 memberi 2×4 − 5 = 3 sel terpaksa; deret 3 hanya memberi 2×3 − 5 = 1. Semakin dekat panjang deret dengan seluruh baris, semakin banyak yang dipakukannya.

Ide yang sama meningkat skalanya. Deret 7 pada baris selebar 10 memaksa 2×7 − 10 = 4 sel di tengah. Setelah kebiasaan terbentuk, kamu jarang perlu menghitung angkanya secara eksplisit — gambaran menggeser ke dua arah memberimu jawaban yang sama dengan perkiraan mata.

Tumpang tindih deret tunggal

4

4 pada baris selebar 5: 2×4 − 5 = 3 sel terpaksa di tengah.

3

3 pada baris selebar 5: 2×3 − 5 = 1 sel terpaksa, pusat.

7

7 pada baris selebar 10: 2×7 − 10 = 4 sel terpaksa.

Tumpang tindih dengan lebih dari satu angka petunjuk

Ketika petunjuk sebuah baris punya beberapa angka, metode ini tetap bekerja — kamu hanya mengukur kelonggaran yang dibagi di seluruh baris. Jumlahkan semua deret ditambah jarak satu sel yang diwajibkan di antaranya; kurangkan itu dari panjang baris. Hasilnya adalah «kelonggaran» — seberapa jauh seluruh penataan bisa bergeser. Setiap deret kemudian memaksa (panjangnya sendiri − kelonggaran) sel, di mana pun itu positif.

Ambil baris selebar 10 dengan petunjuk 4 3. Deret ditambah satu jarak butuh 4 + 1 + 3 = 8 sel, jadi kelonggarannya 10 − 8 = 2. Deret 4 memaksa 4 − 2 = 2 sel, dan deret 3 memaksa 3 − 2 = 1 sel. Bahkan baris yang padat memberimu tiga sel pasti sebelum kamu menempatkan apa pun secara persis.

Tumpang tindih multi-petunjuk: 4 3 pada baris selebar 10

4 3

Kelonggaran = 10 − (4+1+3) = 2. Deret 4 memaksa 2 sel, deret 3 memaksa 1 — tiga sel pasti seluruhnya.

Ketika tumpang tindih tidak memberimu apa-apa

Jika sebuah deret pendek relatif terhadap barisnya — k kecil, n besar — rumusnya turun ke nol atau negatif, dan tumpang tindih tidak memaksa apa pun di sana. Itu sepenuhnya normal dan bukan jalan buntu. Itu hanya berarti pembukaannya tidak ada di baris itu; temukan baris atau kolom yang lebih terbatasi, majulah di sana, dan sel yang kamu isi akan mengecilkan kelonggaran baris ini sampai tumpang tindih mulai menggigit. Tumpang tindih jarang jadi seluruh solusi, tetapi hampir selalu jadi jalan masuknya.